Browsed by
Category: Masuk Media Cetak

De on Jawa Pos

De on Jawa Pos

Rabu, 3 Dec saya menerima email dari jurnalis harian Jawa Pos yang meminta ijin untuk menampilkan tulisan yang ini ke dalam koran yang beredar di Jawa Timur tsb. Beliau hanya akan mengedit tulisan dengan membetulkan tanda baca dan kata pengganti penulis.

Ketika saya tanya “untuk tayang kapan, mbak?

Dijawabnya “besok pagi

Dueerrrrr … kaget tapi senang *banci tampil mode ON*

deonJP2014a

Benar aja, besoknya Kamis 4 Dec, saya dikirimi foto melalui WA oleh mbak Yanti (pasien Surabaya yang sempat saya datangi rumahnya dan ketemuan lagi setelah beliau sembuh). Mama di Surabaya bahkan minta papa untuk mengirim selembar koran ini ke rumah saya. Mama menelpon saya sambil bilang “mau tak bacain semua tulisan tentang kamu ini gak, mbak?” Hahahaha mama gak tau kalo itu sebenarnya diambil dari tulisan mantunya sendiri.

Ada rubrik FOR HER di halaman 6-7 Jawa Pos yang menampilkan artikel tentang Tuberkulosis di tulang. Lengkap tulisannya dari mulai penyebab, cara mendeteksi dan proses pengobatannya. Ada juga wawancara dengan dokter spesialis bedah tulang (orthopedi) salah satu RS di Surabaya.

deonJP2014c

Untuk memperkuat artikel ini, tulisan saya tampil di kolom bawahnya, cerita langsung dari mantan penderita TBC tulang. Beneran murni tulisan saya di blog ini, lengkap sampai foto xray tulang segala.

deonJP2014b

Saya senang sekali dengan adanya artikel ini, bukan hanya karena saya mejeng disitu, tapi karena informasi tentang penyakit ini dibantu sebarluaskan oleh koran yang punya nama besar. Saya berharap makin banyak orang yang mengetahui tentang penyakit ini dan waspada terhadap kesehatan tubuhnya.

Semoga cerita saya bisa menginspirasi dan membangkitkan semangat pasien lain dalam melawan penyakit ini.

This blog in Parents Indonesia

This blog in Parents Indonesia

Cihuyyy, akhirnya genap sudah 12x masuk media cetak. Selusin! hihihi biasa aja kaleeee

Bulan lalu terima email dari Mbak Nuki, editor majalah Parents Indonesia. Beliau mau punya rubrik baru yang namanya Moms on Blog, dan menemukan blog ini. Minta ijin untuk tampilin di majalahnya.

Tentu aja de mau, narsis!

Interview dilakukan via email dan akhirnya terbit deh bulan ini (edisi September 2011):

Alhamdulillah tampil full page di halaman 127:

Sayangnya URL blog ini gak ditulis. Padahal nama rubriknya kan “Moms on Blog’. Jadi orang baca cerita tentang blog yang ditampilkan, tapi gak bisa menikmati secara langsung karena gak ada info URL nya.

De udah kirim email ke mbak Nuki, mengucapkan terimakasih atas kesempatan mejeng di majalah keren ini dan memberikan masukan utk edisi berikutnya sebaiknya ditulis juga URL blog yang tampil.

Semoga blog ini bermanfaat untuk pembaca yaaaa

Masuk Tabloid Rumah lagi

Masuk Tabloid Rumah lagi

Setelah ditampilkan pada Rubrik Renovasi Tabloid Rumah edisi November 2010 seperti yang sudah diposting disini, beberapa minggu lalu kami menerima dua edisi yang menampilkan foto salah satu bagian rumah. Kami sudah menandatangani surat pernyataan bersedia untuk penggunaan foto berulang kali untuk rubrik yang berbeda, edisi berbeda ataupun dalam bentuk materi lain yang berkaitan dengan Tabloid Rumah. Jadi gak kaget lagi.

Yang pertama edisi tentang dapur dengan judul Dapur Merah Penuh Gairah:

Yang kedua rubrik tentang rak sepatu:

Kondisi rak sepatu saat ditutup seperti ini (sebelum atasnya dihias dengan frame foto ini):

Posisi rak sepatu itu tepat disebelah pintu masuk. Jadi kalau buka pintu depan, akan terlihat seperti ini:

Geser ke kiri dikit, baru keliatan meja makannya:

Hehehe begini lah tampilan kalau ngintip lantai bawah rumah kami. Jangan diketawain yaaa

Note:

Kecuali foto rak sepatu tertutup, foto lainnya diambil oleh fotographer Tabloid Rumah

Masuk Tabloid Rumah

Masuk Tabloid Rumah

Duh maaf ya kalo kampungannya keluar, norak mau pamer nih hihihihi.

2 minggu lalu ada seseorang yang menelpon saya, katanya beliau suka baca blog ini dan tau kalo saya baru aja pindah menempati rumah yang sudah selesai direnovasi. Tetapi di blog ini cuma ada foto kamar anak-anak, tanpa ada foto bagian rumah lain. Beliau minta ijin untuk meliput rumah saya dan dimasukkan ke dalam rubrik Renovasi dalam Tabloid Rumah.

Sang jurnalis tsb datang ke rumah saya hari rabu 2 minggu lalu untuk survey dan mengambil beberapa foto, kemudian keesokan harinya diajukan ke rapat redaksi. Dan ternyata rumah saya dinyatakan layak tampil. Beberapa hari kemudian kami membuat janji untuk foto session.

Penata gaya atau stylish tabloid tsb menelpon saya, menanyakan list barang-barang yg dia sebutkan apakah saya punya. Seperti bed cover, karpet, vas bunga, peralatan makan (table set), peralatan masak, buku tebal, dll. Kebetulan saya punya, walo gak tau apakah barang saya termasuk layak atau enggak. Dan mbak ini berpesan “barang yang gak penting diumpet-umpetin dulu yaaa” hehehehe apa yang musti diumpetin, wong belum banyak barang.

Pada hari yang ditentukan, kru dari tabloid datang ke rumah sebanyak 5 orang. Terdiri dari 2 juru foto + 2 penata gaya + 1 penulis (yang menelpon saya). Pertama mereka keliling rumah dulu, sambil memikirkan mau ditata seperti apa dan ngambil foto dari arah mana. Komentarnya “udah rapi kok. Tinggal tambah pernak pernik dikit. yuk kita mulai

Ternyata proses foto memakan waktu hampir 5 jam. Saat stylish menambah ornamen (tata bantal, taruh buku, toples makanan, bunga segar didalam vas, etc), sang juru foto sibuk menempatkan tripod dan pencahayaan tambahan. Sementara itu saya dan masguh diminta menceritakan latar belakang renovasi yang dilakukan, interview dilakukan di teras rumah. Setelah rapi mereka mulai foto seluruh bagian rumah.

Kami diminta menandatangani surat pernyataan bahwa kami bersedia jika foto hari ini dimuat diseluruh produk turunan Tabloid Rumah. Dari mulai buku, edisi khusus, dll. Jadi foto ini kemungkinan akan digunakan tidak hanya sekali (satu edisi) melainkan bisa berbagai macam edisi. Yang menandatangi surat tsb pemilik rumah dan juru foto.

Dari seluruh bagian rumah, mereka suka dengan rak sepatu hitam dipintu masuk, kamar anak dan dapur merah. Foto tsb tidak ditampilkan detil dalam edisi ini, tapi akan digunakan untuk edisi lain dalam rubrik yang membahasnya secara khusus. Edisi dibawah ini hanya fokus membahas tentang renovasi rumah saja. Ruang makan pun gak ditampilkan disini.

klik gambar untuk melihat lebih besar, atau beli tabloidnya kalau mau lebih jelas hehehehe

Yak akhirnya saya mejeng untuk yang ke 11x dalam media cetak. Walau begitu tetap aja norak saat melihat hasil cetakannya hahahaha. Udik tenan!

Eh jangan tanya lagi gimana caranya saya bisa sering masuk majalah yah. Sumpah deh, beneran saya gak kenal sama wartawan. Apalagi kalo dituduh saya membayar mereka untuk bisa tampil. Duh daripada bayar, mending duitnya untuk jalan-jalan aja kali.

Mas jurnalis berpesan, kalau saya punya teman yang rumahnya mau diliput …diminta untuk menghubungi beliau. Ada yang mau saya referensikan supaya rumahnya  bisa disurvey beliau?

Rafayra.com on Sekar Magazine

Rafayra.com on Sekar Magazine

Tawaran untuk diliput kali ini datang dari Majalah Sekar. Mungkin banyak yang belum tau tentang majalah terbitan Kompas-Gramedia ini, karena saya pun begitu.

Ketika menghubungi saya, mas Rangga sang jurnalisnya pun menjelaskan dengan sabar latar belakang majalah Sekar. Dan ketika mengetahui informasi mengenai majalah ini secara lengkap, saya sangat tertarik dan bersedia untuk diliput.

Majalah Sekar menempatkan diri sebagai majalah wanita dewasa dengan target ekonomi masyarakat B-C alias menengah kebawah. Lebih mengkhususkan kepada wanita yang fokus menjadi ibu rumah tangga. Sapaan yang digunakan untuk pembacanya pun: IBU. Berbeda dengan segment majalah Femina yang lebih fokus kepada wanita modern – dinamis – career oriented.

Bahasan rubrik dalam majalah ini berkisar tentang:

  • public figur (profile dari cover)
  • kesehatan keluarga
  • masalah rumah tangga
  • resep masakan
  • kecantikan
  • fashion dengan budget <500rb

Profile Rafayra.com ditulis dalam rubrik ‘AKU BISA’. Yang membahas tentang bisnis kecil-kecilan seorang wanita. Syaratnya memiliki usaha yang dijalani sendiri dengan model kecil (tidak sampai puluhan juta rupiah) dan kira nya bisa diikuti atau dipelajari oleh wanita lain. Tidak ada liputan tentang wanita kerja kantoran, semua tulisan di majalah ini meng-encourage wanita untuk bisa mencari uang tambahan dengan usaha sendiri dari rumah.

Liputan tentang Rafayra.com dimuat pada edisi 05/09 (20 Mei – 3 Juni 2009) halaman 72 – 73. Enak baca tulisan mas Rangga. Bahasanya sederhana dan mudah dicerna. Membuat siapapun yang baca jadi gak takut untuk mencoba.

Yang pasti … pencapaian Rafayra.com tidak lepas dari dukungan keluarga yang tak pernah putus, sepertinya foto dibawah ini bisa menggambarkan lebih jelas:

Itulah masguh … suami, investor, advisor merangkap supir dan kuli angkut hehehehe. Disebelahnya Fayra … yang selalu menemani mamanya dan menjadi foto model andalan.

Semoga aja liputan tsb bermanfaat dan menginspirasi untuk pembaca majalah Sekar. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini kalau kita mau berusaha. Insya Allah…

Manjada Wajada!