Browsed by
Category: Fayra

Cerita Fayra

Menemukan Dan Mengembangkan Bakat Anak

Menemukan Dan Mengembangkan Bakat Anak

Sejak saya rajin update dan posting tentang perkembangan Fayra dalam dunia fashion, beberapa pertanyaan diajukan ke saya:

Bagaimana cara menemukan bakat anak?

Kemudian bagaimana cara mengolah atau mengembangkan bakat anak?

Dengan pengalaman menjadi orangtua dari 2 orang anak selama 15 tahun yang masih terus belajar ilmu parenting, saya akan berbagi dan menulisnya di sini. Berharap semoga apa yang saya sampaikan bisa bermanfaat bagi orangtua lain atau bahkan bagi para calon orangtua.

Ini yang saya dan suami lakukan sebagai orangtua, saya ambil contoh 1 anak saja yaitu Fayra:

1. Observasi minat anak

Awalnya kami pikir Fayra hanya ikut-ikutan mas Rafa corat-coret kertas dengan aneka alat menggambar. Kami baru sadar bahwa anak ini ada minat gambar ketika Fayra ikut lomba mewarnai di sebuah sekolah swasta ternama di BSD. Fayra terpilih menjadi 2 anak perwakilan sekolah dari hampir seratus murid angkatannya. Fayra masih berusia 4 tahun saat itu.

Di setiap kesempatan, Fayra memilih untuk corat-coret kertas daripada bermain boneka. Setiap diajak pergi, Fayra cukup dibekali alat gambar … dijamin anteng.

Saat Fayra sakit, gampang mendeteksi kalo sudah membaik … yaitu saat tangannya sudah mulai menorehkan warna lagi ke lembaran kertas bersih.

2. Gali informasi minat dengan bertanya pada anak

Ketika kita sudah mengetahui kegiatan yang disukai anak, coba konfirmasi dengan bertanya ke anak

kamu suka menggambar yah?

kamu paling suka menggambar bentuk apa?

Kita juga bisa minta penjelasan ke anak tentang apa yang sedang dilakukannya.

ini gambar apa, nak?

Perhatikan binar di mata anak ketika menjelaskan hasil karyanya.

Anak yang memiliki minat, akan bersungguh-sungguh dan memancarkan binar dimata ketika diminta menjelaskan apa yang mereka sukai.

3. Penuhi kebutuhan anak

Supaya minat anak tersalurkan, kita penuhi kebutuhan anak berupa alat menggambar yaitu kertas, buku gambar, alat tulis, pensil warna, krayon, cat atau media lain. Semakin berkembang kemampuan anak, maka anak akan membutuhkan tantangan baru.

Yang awalnya menggambar hanya di kertas putih dengan menggunakan pensil warna, mereka akan merasa bosan dan mulai minta krayon atau spidol warna. Berikan apresiasi ke anak dengan memajang hasil karyanya. Saya pernah membeli tempat minum yang bisa diisi kertas dan minta Fayra melukisnya. Saya bisa melihat sinar bangga di matanya ketika saya pakai tempat minum tersebut.

Saya juga mengumpulkan kertas-kertas gambar Fayra dan menyimpannya dalam bingkai yang dipajang di ruang keluarga. Setiap ada tamu datang, Fayra dengan semangat menjelaskan kalo barisan lukisan itu merupakan hasil karyanya.

gambarfay52

Anak yang sudah merasakan gambar di kertas atau buku sketsa, akan mulai minta dibelikan kanvas atau mungkin kain polos. Kenalkan anak dengan aneka cat, mulai dari cat air, cat akrilik sampai cat minyak. Biarkan anak mencoba berbagai material tersebut.

Begitu juga dengan Fayra, yang semakin aneh permintaannya. Fayra pernah minta buku sketsa tapi bukan dari kertas warna putih. Alhamdulillah kami menemukannya di sebuah toko buku, sebuah buku sketsa dari kertas warna coklat (seperti kertas daur ulang).

Kami juga memberikan alat menggambar digital yang dapat dihubungkan ke komputer. Dengan alat tersebut, Fayra merasa seperti menggambar manual dengan pensil/pulpen tapi hasilnya bisa dilihat secara digital di layar dan semua file gambar tersimpan rapih dalam memori komputer.

Tak jarang Fayra menggambar manual di kertas, kemudia di-scan dan retouch di komputer. Hasilnya seperti yang bisa dilihat pada foto di atas ini.

Semakin banyak coretan anak, kita bisa melihat polanya. Kita harus jeli menangkap apa yang paling dominan digambar anak. Untuk Fayra sendiri, makin lama coretannya berupa gambar seorang perempuan.

Fayra terlihat asyik ketika menggambar seorang wanita dengan bentuk baju yang beraneka ragam. Bahkan kita bisa melihat detil jahitan di samping celana yang biasa kita temukan pada celana jeans. Saya tidak menyangka imajinasi Fayra yang saat itu berusia 6 tahun bisa sedemikian detilnya.

4. Cari mentor

Karena saya dan suami berlatar belakang teknis dalam dunia telekomunikasi, bukan pecinta seni, kami merasa butuh seorang guru untuk bisa mengarahkan minat Fayra. Kami mencari mentor yang memang ahli di bidangnya.

Umur 5 tahun, kami masukan Fayra ke tempat les gambar. Hanya bertahan 3 bulan, Fayra merasa bosan karena ditempat gambar tersebut kegiatan yang dilakukan cuma mewarnai. Sementara bentuk gambar sudah disiapkan oleh lembaga tsb. Kami pun tidak bisa memaksakan Fayra.

Pernah saat merasa tidak mood, Fayra memberikan gambar ini:

Umur 6 tahun, kami masukan Fayra ke tempat les gambar yang membebaskan anak untuk menggambar bentuk apapun yang disukai. Anak pun diberikan kebebasan untuk menggunakan material (krayon, spidol atau cat air) yang disediakan. Di sini sungguh terlihat kemajuan Fayra. Sebenarnya lembaga ini suka menyelenggarakan pameran, sayangnya Fayra kami berhentikan les sebelum menampilkan karyanya dalam pameran, karena jadwal les bentrok dengan jadwal pertandingan bola kakaknya yang kebetulan saat itu hampir setiap minggu ada lomba.

Prioritas Fayra dikalahkan, tapi Fayra tetap menggambar dengan youtube sebagai gurunya. Cukup gunakan kata kunci “how to draw …”,

Saya selalu upload hasil coretan Fayra ke media sosial, sampai akhirnya seorang teman mengusulkan agar saya membuat akun khusus untuk menampilkan hasil karya Fayra. Banyak pujian yang Fayra terima, dan akhirnya Fayra merasa bahwa ini mungkin bakatnya. Sampai ditulis dalam essay saat pelajaran Bahasa Indonesia di sekolahnya.

Umur 8 tahun kami masukan Fayra ke Digital Art School. Di sini coretan Fayra makin terarah. Kami juga tidak repot lagi menyetok 1 rim kertas A4 setiap bulan. Walau resikonya Fayra minta bawa laptop dan pen tablet supaya bisa menggambar di manapun.

gambarfay54

Fayra sempat mengikuti beberapa lomba digital drawing dan berhasil meraih Juara 2.

gambarfay53

Awalnya saya pikir gambar Fayra yang didominasi bentuk seorang perempuan dengan aneka pakaian itu terinspirasi dari komik Jepang. Apalagi sekarang lagi tren film animasi. Sempat mengira gambar Fayra ke arah Manga. Tapi ternyata Fayra kesulitan menggambar anatomi manusia secara proporsional. Fayra lebih fokus ke gambar pakaiannya. Fayra juga lebih suka buku-buku menggambar yang berhubungan dengan dunia fashion.

Seorang teman menginformasikan ada les fashion untuk anak -anak. Umur 9 tahun ini lah Fayra mulai bergabung ke sekolah fashion.

5. Ajak anak ke lingkungan yang sesuai dengan minat

Ketika Fayra berkumpul dengan teman yang mempunyai minat sama, terlebih ada guru yang bisa menjadi mentornya, maka kemampuan Fayra makin terasah.

Perkembangan Fayra terlihat maju pesat begitu Fayra masuk sekolah Fashion. Melihat teman sekelasnya menghasilkan karya menakjubkan, Fayra pun mengerahkan kemampuannya untuk bisa bersaing dengan mereka.

fayfashion35

Rasa percaya diri Fayra juga semakin meningkat. Suaranya makin terdengar lantang saat presentasi, penjelasan akan rancangannya juga semakin detil. Fayra juga bisa menerjemahkan gambarnya ke tukang jahit dan mengarahkan sesuai dengan apa yang ada di kepalanya.

Rasa bangga terhadap diri sendiri terpancar ketika Fayra melihat coretannya mewujud pakaian yang bisa dikenakannya sendiri.

fayfashion36

Mohon dicatat, tidak semua anak yang jago menggambar sosok perempuan dengan aneka pakaian berarti anak tersebut memiliki minat di bidang fashion.

Dan tidak semua anak yang memiliki minat dibidang fashion, akan jago dalam hal corat coret di kertas. Fashion itu luas dan banyak jurusannya, ada stylish, penjahit, fashion writer, dll.

Sekali lagi: observasi kegiatan anak, gali informasi minat anak, bawa anak ke orang yang ahli di bidang tersebut jika orangtua memang tidak bisa mengarahkan dan mengasah kemampuan anak.

6. Cari role model

Sebagai orangtua, kami tidak membatasi langkah Fayra di dunia fashion. Kami cuma mengarahkan dan berpesan ke Fayra:

Kamu boleh menjadi seorang fashion designer. Tapi sebagai seorang muslim, kamu harus bisa menjadi duta Islam yang baik. Jadi lah fashion designer yang merancang pakaian yang sesuai dengan syariat Islam

fayfashion37

Restu Anggraini yang menjadi pembicara workshop di sekolahnya, menjadi contoh nyata bagi Fayra bahwa seorang muslim designer bisa berkarya di dunia internasional. Fayra jingkrak-jingkrak kegirangan melihat notifikasi IG pada hape yang menampilkan kak Etu follow akun Fayra.

Demi anak, dengan membuang rasa malu, saya tegur Dian Pelangi yang tidak sengaja bertemu di sebuah mall. Saya kenalkan Fayra padanya, dan ceritakan bahwa Fayra ingin mengikuti jejaknya. Dukungan Dian menjadi penyemangat Fayra.

Saya berharap Fayra bisa menjadikan orang-orang ini sebagai panutan dalam berkarya.

7. Selalu SIAGA (siap antar jaga) dengan kegiatan yang mendukung bakatnya

Selain jeli melihat minat anak, kita juga harus lihai melihat kesempatan yang terbuka untuk perkembangan anak misalnya dengan  mengikuti mereka ke berbagai kompetisi yang sesuai dengan minat dan bakatnya.

Daftarkan dan temani anak dalam mengikuti berbagai ajang bergengsi atau sekedar melihat pertunjukan/pameran supaya anak bisa melihat bahwa banyak orang hebat di dunia yang ditekuninya.

Dengan demikian anak akan terpacu untuk mengerahkan yang terbaik yang mereka bisa, agar bisa menjadi seperti orang-orang lain yang dilihatnya.

Di sekolah fashion, Fayra paling kecil di kelasnya. Tapi hal itu justru membuat Fayra terpacu untuk bisa berkarya setara mereka.

fayfashion41

Fayra juga sangat percaya diri ketika diminta mempresentasikan hasil rancangannya dalam acara fashion show di mall besar di Jakarta.

Saya dan suami tidak percaya produk instan, apalagi dalam membesarkan dan mendidik anak-anak. Ada proses yang harus dilakukan dalam mempersiapkan masa depan anak. Ada perjuangan yang harus ditempuh anak, dalam meraih cita-cita mereka. Ada pengorbanan yang harus dicurahkan orangtua, demi kemajuan sang buah hati.

Tidak bisa kita cuma bertanya ke anak, “kalau besar mau jadi apa, nak?

Tanpa bimbingan dan dukungan kita dengan menyediakan sarana bagi mereka dalam meraih cita-citanya, jawaban anak akan pertanyaan tersebut akan menjadi sia-sia. Dan ini lah PR terbesar kita sebagai orangtua.

Dreamdress Level 2 Presentation

Dreamdress Level 2 Presentation

Setelah menyelesaikan “Mini Me Design” dan mempresentasikannya di hadapan murid lain, guru dan orangtua, saatnya Fayra melanjutkan kelas DD2 dengan projek “Pop-Up Skirt”

Dari sisi teori, anak-anak diajarkan tentang seni Pop Art dan contoh implementasinya dalam sebuah pakaian. Saat praktek, murid harus  membuat pola rok selutut dari bahan yang dibagikan gurunya. Kali ini mereka menggunakan kain yang biasa digunakan untuk rok balet. Duh apa ya namanya?

Untuk aplikasi pop-art setiap anak menggambar kain belacu, kemudian menggunting dan menempelkannya pada rok. Fayra mengambil tema Diamonds dan menggambar semua bentuk aneka bebatuan. Saat menjahit rok, Fayra dibantu oleh gurunya terutama di bagian pasang resleting.

fayfashion19

Sampai di rumah Fayra merasa tidak puas dengan semua pacthes yang telah dibuatnya. Fayra merasa ukuran pacthes terlalu besar, sementara warna kurang beraturan. Akhirnya Fayra membuat ulang semua pacthesnya. Tema rok berubah menjadi “Flowery Pop Garden”.

fayfashion38

Fayra menggambar bunga, daun, burung dan batu berlian. Warna yang dipilihnya juga beragam, dari merah, kuning, hijau, dan biru. Karena waktu fashion show hanya tinggal beberapa hari saja, Fayra lembur mengerjakan rok ini sampai larut malam. Fayra baru mau diajak tidur ketika semua patches sudah ditempel dengan jarum pentul ke  seluruh permukaan rok.

fayfashion39

Keesokan pagi saat Fayra sudah berangkat sekolah, saya membawa rok tersebut ke tukang bordir di pasar. Saya minta semua patches ditempel dengan metode bordir menggunakan benang warna putih sesuai dengan warna dasar kain belacu.

fayfashion28

Foto diatas merupakan hasil akhirnya yang saya ambil sebelum Fayra naik ke atas panggung untuk fashion show. Minggu berikutnya Fayra tetap harus mempresentasikan rancangan ini di hadapan murid lain, guru dan orangtua seperti proses naik kelas sebelumnya.

fayfashion40

Sebelum mulai presentasi, Fayra merapikan display mulai dari manekin, aksesoris pendukung (atasan, tas, syal), sampai papan yang berisi penjelasan design.

Berikut presentasi Fayra yang saya rekam menggunakan henpon:

Meskipun Fayra murid paling kecil di kelasnya, tapi Fayra tidak mau kalah dengan yang lain. Justru suara Fayra terdengar paling lantang dan penjelasannya paling detil.

fayfashion41Selamat naik kelas DD3, Fay.

Have fun on your next project!

 

Innovators Day 2016

Innovators Day 2016

Setiap tahun sekolah Fayra menyelenggarakan Inventors Day (Hari Penemu). Pada hari ini setiap murid diminta untuk membuat sesuatu yang sekiranya berguna bagi orang lain. Mereka harus membuat alat peraga dan mempresentasikan tentang benda tersebut.

Tahun ini nama acaranya sedikit berubah menjadi Innovators Day (Hari Pembuat Inovasi). Karena sesuai dengan workshop yang telah dilakukan sebelumnya (saya sudah cerita di sini), anak-anak akan diminta menampilkan hasil workshopnya di acara Innovators Day. Mungkin karena itu namanya berubah menjadi pembuat inovasi.

Fayra yang sudah mengikuti Fashion Designer workshop, sibuk membuat rancangan baju-baju yang akan ditampilkan di Innovators Day. Agak mepet juga sih, entah kenapa acara yang katanya akan diselenggarakan bulan Maret, dimajukan menjadi awal Februari.

fayfashion21

Fayra hanya punya waktu 5 hari untuk membuat design, membeli kain, sampai meminta tukang jahit untuk mewujudkan designnya. Fayra memang sudah belajar mengukur badan, membuat pola dan menjahit baik pakai tangan maupun mesin. Tapi kami belum membelikan mesin jahit seperti yang diinginkan Fayra. Jadi projek ini terpaksa dibantu oleh tukang jahit.

Saya sengaja mendistribusikan kain ke beberapa tukang jahit di sekitar rumah. Khawatir kalo semua dikerjakan oleh 1 penjahit, tidak akan cukup waktu membuatnya. Alhamdulillah dalam waktu 3 hari saja, semua design Fayra mulai kelihatan wujud nyata dalam ukuran badannya.

fayfashion29

fayfashion30

Hari Senin tanggal 1 Februari 2016, saya mengantar Fayra ke sekolah dan membantu membawa semua pakaian, manekin sampai topi untuk display. Setiap kelas mendapat tempat display (booth) berupa 2 meja panjang. Walikelas membantu menata semua hasil karya murid dan menghias booth kelasnya. Beberapa teman Fayra juga membawa hasil rancangannya.

fayfashion31Saya berkeliling sekolah untuk melihat hasil karya anak dan kelas lain. Subhanallah … karya anak-anak ini sungguh luar biasa. Seperti tagline yang dibuat oleh sekolah untuk tema tahun ini: UNLIMITED CREATIVITY

fayfashion33Setiap ada orang yang datang ke booth dan bertanya tentang gambar juga baju karyanya, Fayra selalu menjawab dengan detil. Banyak kakak kelas yang tidak percaya bahwa itu hasil rancangan Fayra, beberapa orangtua teman Fayra juga ada yang bertanya ke saya. Akhirnya saya pun menjelaskan kalau memang Fayra ikut sekolah Fashion selama 6 bulan terakhir.

fayfashion32

Mungkin karena Fayra bisa menjelaskan dengan detil sampai ke material yang digunakan, Fayra dipilih sebagai The Best Innovator of The Future Day – 2016 untuk level kelas 4 SD. Tak hanya itu, alhamdulillah kelas Fayra juga mendapat predikat The Best Booth Decoration.

fayfashion34Keep making us proud, Fay!

Fayra Fashion Show

Fayra Fashion Show

Sesuai yang telah ceritakan di sini, saya mau update tentang kegiatan Fayra yang masih berhubungan dengan dunia FASHION.

Tanggal 30 Jan 2016 jam 6 pagi kami sudah bersiap-siap untuk mengantar Fayra ke mall Senayan City. Karena pengisi acara hari itu banyak, sekolah fashion Fayra diberi waktu oleh panitia untuk melakukan gladi resik di atas panggung hanya dalam waktu 1 jam, yaitu jam 7 sampai jam 8 saja.

Mall baru buka untuk umum jam 10 pagi. Kami masuk menggunakan tag yang dibagikan panitia melalui lift khusus karyawan. Pak suami kembali ke rumah untuk mengantar masRafa les. Saya sebagai mamanejer yang mendampingi Fayra di mall.

fayfashion23

Selesai gladiresik, kami membawa anak-anak sarapan di gedung sebrang karena cuma disitu ada resto makanan cepat saji yang sudah buka.

Jam 10 ketika pintu mall dibuka untuk umum, kami kembali ke booth di samping panggung. Anak-anak diminta berganti pakaian dan makeup wajah. Fayra berpesan “natural aja loh, ma. Jangan norak

Iya lah, Fay … mama juga gak senang liat anak kecil yang hilang kelucuannya cuma karena penampilan dewasa.

fayfashion24

So what do you think?

Hasilnya gak medok kan? Itu juga karena keterbatasan tangan mama dan kosmetik yang mama punya sih. Hahaha

Dilanjutkan dengan foto-foto sebelum naik panggung.

fayfashion26

Fayra sempat berfoto dengan catwalk partnernya Ayeisha dan teman sekelasnya Shireeenz (iya betul .. selebgram cilik yang terkenal itu).

fayfashion25

Untuk fashion show kali ini, Fayra menampilkan 2 design nya. Rok “Flowery Pop Art Skirt” yang dipakai oleh Fayra dan 1 set “Mini Me Design” (Denim skirt + outer) yang dipakai oleh temannya.

fayfashion28

Alhamdulillah pak suami bisa sampai di mall lagi tepat sebelum Fayra naik panggung. Mami dan adik saya juga hadir bersama keluarganya. Kami semua memberikan dukungan penuh untuk Fayra.

Meskipun Fayra hanya berjalan di atas catwalk selama 30 detik, rasa haru dan bangga tetap menyelimuti hati saya.

Melihat keberaniannya dan rasa percaya diri yang ditunjukkan saat menampilkan hasil rancangannya, tanpa sadar saya pun meneteskan air mata.

fayfashion27

Terima kasih untuk para guru dan murid DreamDress, juga barisan mamanejer di belakang panggung. Great job, guys!

Fayra Fashion World

Fayra Fashion World

Lebaran tahun lalu Fayra membajak kain yang saya beli untuk dibuat gamis, dia meminta kain tersebut dijahit sebagai rok untuk saya dan tunik untuk Fayra. Sementara 1 kain yang memang saya beli untuk kami berdua, diminta untuk membuat Umbrella Dress.

Akhirnya saya ajak Fayra ke rumah tetangga yang jago menjahit sebagai hobinya, untuk menerjemahkan detil rancangan Fayra dan mewujudkannya dalam bentuk pakaian untuk kami berdua.

fayfashion22

3 foto di atas adalah wujud nyata dari apa yang sebelumnya ada di kepala Fayra. Kami memakainya secara bersamaan pada hari pertama Idul Fitri, hari kedua Idul Fitri dan hari raya Idul Adha.

Sejak bergabung ke dalam sekolah fashion untuk anak seperti yang pernah saya ceritakan di sini, kemampuan Fayra dalam ilmu design semakin berkembang pesat. Padahal Fayra baru mulai di bulan Agustus 2015, artinya baru genap 6 bulan saja.

fayfashion18

Bukan hanya tangan Fayra yang tambah lihai dalam merancang busana, tapi pengetahuannya tentang jenis kain, cara menjahit, padu padan pakaian sampai tren yang sedang berkembang.

Kebetulan beberapa waktu lalu SD Fayra mengadakan finger print test dan kuisioner tentang Multiple Talent untuk mengetahui bakat minat anak. Setelah dievaluasi, anak-anak diberikan workshop yang terkait dengan hasil evaluasi masing-masing anak. Workshop diisi oleh pembicara yang ternama di bidangnya, yaitu:

  • Cerdas musikal – produksi animasi oleh Chiki Fawzi
  • Cerdas spasial visual – fashion design oleh Restu Anggraini
  • Cerdas interpersonal – public speaking oleh Iben Yuhenzo
  • Cerdas logis matematis – machinery & robotic oleh Rino Utomo
  • Cerdas kinestetis – coaching clinic oleh Akbar Nasution
  • Cerdas linguistik – creating writing oleh Deka Amalia

Fayra ikut workshop dengan pembicara Restu Anggraini, seorang fashion designer busana muslim yang feminim, edgy dengan sentuhan modern. Karena banyak teman dan guru Fayra yang tau kalau Fayra ikut sekolah fashion, Fayra diminta untuk mempresentasikan design sebelumnya. Alhamdulillah kak Etu memberikan feedback positif yang dipahami Fayra.

fayfashion17

Untuk murid yang telah mengikuti workshop, maka saat Inventors Day hari Senin nanti (1 Feb 2016) setiap murid diminta membawa hasil yang terkait dengan workshopnya.

Jadi lah beberapa hari terakhir ini Fayra sibuk corat coret kertas dan membuat design baru. Fayra juga meminta saya untuk mengantarkannya ke toko kain untuk membeli beberapa material (kain, furing, resleting). Di toko kain, Fayra menjadi pusat perhatian ibu-ibu yang sedang belanja.

Fayra sibuk mencari kain dengan mencocokan ke gambar rancangannya. Fayra juga bolak balik bertanya ke petugas dimana letak kain berdasarkan jenis yang dicarinya, belum lagi meminta warna yang sesuai seleranya. Ibu-ibu heran melihat saya diam saja di sebelah Fayra.

Akhirnya seorang ibu tidak tahan untuk bertanya ke saya, “itu gambar anaknya? dia yang design sendiri? dia tau jenis-jenis kain?

Saya yang kebetulan membawa 1 rok hasil karya Fayra untuk proses finishing ke tukang bordir, menunjukkan rok tersebut ke mereka. Saya beritahu kalau rok tersebut merupakan rancangan Fayra, dia yang memotong pola, yang menggambar semua pacthes sampai proses mewarnai setiap patch nya. Mereka hanya geleng-geleng kepala tidak percaya.

fayfashion21Kemarin saya membawa Fayra ke bude yang sebelumnya membantu mewujudkan rancangan Fayra.  Setiap detil gambar dijelaskan secara rinci oleh Fayra. Dengan hati-hati Fayra berpesan “ini mau aku presentasikan di sekolah loh, bude. Bantu buatin yang bagus yah

Bude cuma bisa protes “kok ya gak jauh-jauh hari sih, nduk. Ini mepet banget waktunya. Kamu datang Rabu kok minta jadi Minggu untuk presentasi hari Senin

Hehehe maaf ya bude, projek sangkuriang dari Fayra jadi merepotkan.

Tidak hanya itu saja, Fayra masih punya tugas lain. Kali ini datang dari sekolah fashion. Fayra yang sudah menginjak kelas 2, harus menyelesaikan project “Pop Art Skirt“.

fayfashion19

Fayra sudah membuat rok dan pacthes di sekolah fashionnya. Tapi sampai rumah, Fayra berpikir ulang karena tidak puas dengan ukuran dan warna pacthes. Akhirnya Fayra membuat ulang semua patches dari kain belacu pemberian tante Tiwi sebagai alat latihan Fayra untuk melukis kain.

fayfashion20

Tangan Fayra tidak berhenti sampai larut malam. Saya terpaksa ikut lembur untuk menemani dan kebagian tugas menyetrika kain belacu yang memang cenderung lecek. Fayra menggunakan krayon dan spidol khusus textile yang warnanya juga menjadi lebih keluar setelah dipanaskan dengan setrika. Fayra memasang semua pacthes tersebut menggunakan jarum pentul. Tugas saya berikutnya adalah membawa rok ini ke tukang bordir untuk proses finishing yaitu menempelkan patches dengan membordir tepinya.

Fayra memang baru 6 bulan bergabung di sekolah fashion. Tapi sudah menghasilkan 2 design: Mini Me dan Pop Art Skirt. Hari Sabtu (30 Jan 2016) sekolah fashionnya mengadakan pameran dan fashion show di Senayan City mall jam 1 siang. Dan Fayra kebagian menampilkan 2 design tersebut, rok akan dipakai sendiri sementara untuk coat akan dipakai seorang temannya.

Mohon doa para pembaca masrafa.com untuk 2 hari besar Fayra:

  • 30 Jan 2016 : fashion show di Senayan City mall
  • 1 Feb 2016 : presentasi design di Inventors Day sekolah

Alhamdulillah makin banyak kegiatan yang mendukung passion Fayra. Semoga mempermudah langkah Fayra untuk menjadi Muslim Fashion Designer yang penuh karya. Amin ya Rabb